Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong regulator untuk terus membuat kebijakan yang berkeadilan bagi semua pihak. Hal ini merujuk pada fenomena yang pernah terjadi di masa lalu di mana pengusaha kecil justru menyubsidi pengusaha besar.

“Tanpa keadilan, ekonomi tidak akan seimbang. Pada masa lalu pengusaha besar bisa dapat kredit lebih murah dibandingkan pengusaha kecil. Ini pengkhianatan terhadap keadilan bangsa,” kata JK, sapaannya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat malam, 11 Januari 2019.

Namun pada saat ini, tambah JK, kondisinya sudah cenderung membaik. Ia juga mengapresiasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong inklusi keuangan pada semua kalangan.

“Pembentukkan bank wakaf, misalnya, mencegah masyarakat kecil bergantung pada rentenir,” tambah dia.

Pada kesempatan yang sama, JK mengatakan tantangan ekonomi pada 2019 memang tidak seberat tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mengimbau para pembuat kebijakan untuk belajar dari pengalaman agar masalah yang pernah timbul tidak terulang kembali.

“Kita punya banyak pengalaman di industri keuangan. Pada 1998 kita alami krisis moneter. Akibatnya sampai sekarang kita rasakan. Itulah kenapa kita harus belajar dari pengalaman. Dengan kebersamaan, kita hadapi tahun ini dengan kerja keras,” pungkasnya.

(AHL)