Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengapresiasi hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN) Kementerian Keuangan yang melampaui target. Perry mengatakan target sebesar Rp15 triliun mengalami oversubscribe hingga lebih dari Rp50 triliun.

“Yang dimenangkan Rp28 triliun. Ini menunjukkan memang ada kepercayaan investor baik dari dalam maupun luar negeri terhadap ekonomi Indonesia,” ujarnya di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

Hal ini juga menjadi pertanda bahwa Indonesia menjadi negara yang dipandang potensial oleh para investor yang ingin menanamkan modalnya di instrumen aset keuangan.

Larisnya lelang SBN juga berdampak pada suplai pasar valas, yang pada akhirnya mendorong penguatan mata uang Garuda.

“Sebagian dari pembeli SBN itu investor asing, dengan demikian ini menambah suplai di pasar valuta asing (valas) dan mendorong pergerakan rupiah stabil dan menguat,” tambah dia.

Perry menjabarkan saat ini perkembangan mekanisme pasar valas cukup baik, baik pada transaksi spot, swap, maupun Domestic Non-Delivery Forward (DNDF). DNDF bahkan menguat dibandingkan NDF di pasar luar negeri. Dikatakan Perry, spread DNDF dengan NDF di pasar luar negeri biasanya berkisar 50-51 basis poin, kini berada di bawah 50 basis poin.

“DNDF bergerak stabil dan menguat, bahkan lebih rendah dibandingkan offshore NDF, ini semakin menunjukkan bahwa bekerjanya mekanisme pasar,” pungkasnya.

(AHL)