Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan alasan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan. Menurutnya langkah bank sentral mengikuti apa yang dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS).

“Ya orang (suku bunga) Amerika juga enggak bergerak, kenapa jadi pusing. Iya lah, dan capital inflow kan jalan,” kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Januari 2019.

Darmin menambahkan indikator lainnya adalah penguatan nilai tukar rupiah selama awal tahun ini. Penguatan rupiah bahkan sudah terjadi sejak akhir tahun lalu, sehingga optimisme rupiah semakin menguat pada tahun ini diyakini akan bisa dicapai.

“Bisa lihat angkanya seperti apa, paling enggak kursnya itu tidak melemah arahnya, sehingga situasinya itu sudah jauh lebih tenang. Sehingga kita sudah mulai bisa menyusun kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan untuk ekspor,” jelas dia.

BI pertahankan tingkat suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7RR) dalam rapat dewan gubernur. Bunga acuan dipertahankan pada pada level enam persen, bunga deposit facility pada 5,25 persen dan lending facility 6,75 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menurunkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) serta menjaga imbal hasil aset keuangan dalam negeri.

(AHL)